• Berita Terbaru Teknologi

Pilkada DKI 2017 masuk step saat tenang pada 12, 13, serta 14 Februari 2017. Komisi Penentuan Umum (KPU) DKI Jakarta memohon semua pasangan calon tak berkampanye pada hari itu. Orang-orang juga disuruh ikut membuat situasi kondusif sepanjang masa tenang sampai hari penentuan berjalan.

Larangan kampanye pada saat tenang juga berlaku di sosial media. Ketua Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengimbau cagub-cawagub DKI Jakarta ataupun relawannya supaya menonaktifkan account sosial media pada saat itu. Penonaktifan account itu hanya untuk berikan peluang pada pemilih merenungkan pilihan di Pilkada DKI Jakarta.

Bila masihlah berkampanye pada saat tenang Pilkada DKI 2017, jadi Bawaslu bakal menindaklanjuti untuk memohon klarifikasi. Bahkan juga apabila dapat dibuktikan tidak mematuhi bakal dipakai sanksi pidana penjara atau denda.
Pilkada 2017 bakal dikerjakan serentak di 101 lokasi Indonesia. Pilkada th. ini disangka punya potensi berlangsung pelanggaran pada saat tenang. Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilainya, bakal berlangsung penambahan suhu politik di saat tenang.

” Pada akhir saat kampanye, semasing pasangan calon, pendukung, dan grup orang-orang, bakal berupaya tunjukkan kekuatannya semasing. Daerah pilkada bakal menghangat diakhir saat kampanye, ” tutur Masykurudin di Kompleks Bawaslu RI Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Masykurudin memberikan, manuver pendukung pasangan calon dapat juga punya potensi menyebabkan pelanggaran Pilkada 2017.

Baca Juga Tentang Harga Motor : Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *