• Berita Terbaru Teknologi

Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta mengadakan sidang masalah korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman serta Sugiharto. Keduanya didakwa merugikan negara sampai Rp 2, 3 triliun dalam masalah e-KTP dari keseluruhan nilai proyek Rp 5, 9 triliun.

Dua terdakwa adalah bekas anak buah Gamawan Fauzi saat menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Keduanya didakwa berbarengan lakukan korupsi dalam proyek pengadaan paket aplikasi Kartu Sinyal Masyarakat berbasiskan nomor Induk kependudukan dengan cara nasional (e-KTP).

Jaksa Yakinkan Tidak Ada Nama Ahok di Berkas Dakwaan Masalah E-KTP
Irman adalah bekas Direktur Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelolaan Info Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kemendagri.

Dalam dakwaan masalah korupsi e-KTP tersingkap, ada aliran dana beberapa puluh sampai beberapa ratus miliar yang disangka mengalir ke kantong-kantong pribadi anggota DPR, petinggi di Kemendagri, entrepreneur pemenang proyek, serta laga politik.

Dijelaskan juga, 3 laga besar dimaksud terima aliran dana dalam dakwaan masalah korupsi e-KTP. Tiga laga itu yaitu Laga Golkar, Laga Demokrat serta PDIP. Jaksa juga memaparkan besarnya duit yang mengalir ke tiga laga itu.

Atas tindakannya dalam masalah korupsi e-KTP itu, Irman serta Sugiharto melangar Pasal 2 ayat (1) serta atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti sudah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber : Liputan6


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *