• Berita Terbaru Teknologi

Menurut Surip banyak yang janggal dari dibawanya Mbah Fanani. Warga juga heran kenapa penjemputan mbah Fanani dikerjakan saat malam hari. Diluar itu tak ada izin lebih dahulu pada piranti desa setempat. Walau sebenarnya walau tak pernah berkomunikasi, mereka berasumsi pria asal Cirebon itu yaitu sisi dari warga Dieng Kulon.

Anehnya malam itu sepi. Walau sebenarnya umumnya senantiasa ramai warga karena daerah itu adalah obyek wisata. Tetapi tidak diduga peristiwa itu terekam oleh CCTV Bank Surya Yudha yang berjarak 10 mtr. dari tempat Mbah Fanani bertapa. Sebagian warga termasuk juga Surip lalu lihat CCTV itu.

Pada CCTV tampak Mbah Fanani dibopong kedalam mobil. Ada 4 mobil yang menjemput Mbah Fanani. Namun Surip tidaklah terlalu memerhatikan berapakah orang yang menjemput mbah Fanani.

” Bila diliat dari langkah bawa nya dia dapat disebut kriminil, ” tutur Surip terlibat perbincangan dengan merdeka. com di Dieng, Kamis (20/4).

Kata dia, warga cuma menginginkan kepastian dibawanya pergi mbah Fanani apakah saat bertapa di Dieng habis atau akan balik lagi. Namun kepastian itu tak diperoleh karena dibawa dengan cara diam-diam.

Selanjutnya, bila yang menjemput keluarga semestinya sebelumnya membawa Mbah Fanani ada bersilahturahmi dengan warga Dieng. Terutama dengan keluarga Uripah yang sampai kini mengurusi. Namun sebenarnya hal semacam itu tak dikerjakan.

Warga Dieng Kulon cemas mbah Fanani digunakan ‘kelebihannya’ oleh sekumpulan orang. Sebab sejak dari dahulu Mbah Fanani sering kali dikunjungi oleh orang dari beragam daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *